Pendaftaran Santri Baru Ma’had Takhassus Al Barkah Radio Rodja

Pendaftaran Santri Baru Ma’had Takhassus Al Barkah Rad...

Ma'had Takhassus al-Barkah adalah lembaga pendidikan Islam bermanhaj Salaf yang memiliki visi misi untuk mencerdaskan umat Islam dalam mengenal ajaran Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam lebih dekat dan mengamalkan serta mendakwahkannya kepada umat manusia, semua itu perlu dipersiapkan melalui program pendidikan yang berkualitas.
Mendustakan Takdir

Mendustakan Takdir

Beriman kepada takdir memberikan kekuatan kepada seorang hamba untuk senantiasa bersabar. Seorang mukmin yakin bahwa jika ia tidak sabar, takdir tetap tidak akan berubah. Namun jika ia sabar niscaya akan ada manfaat yang amat banyak dan keberkahan dalam hidupnya serta akibat yang baik di akhirat kelak. Berbeda dengan orang yang lemah keimanannya terhadap takdir. Kamu lihat ia tidak mampu menanggung beban hidup, cepat mengeluh, dan berputus asa. Sedikit saja musibah menimpa, ia segera berburuk sangka kepada Rabbnya. Semoga Allah melindungi kita dari sifat tersebut. Amin.
Mempergauli Manusia dengan Akhlak yang Baik

Mempergauli Manusia dengan Akhlak yang Baik

Ini ditunjukkan oleh sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ هَذِهِ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنْ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ “…si mukmin berkata, “Inilah yang akan...
Hukum Adzan di Telinga Bayi

Hukum Adzan di Telinga Bayi

Kesimpulan : hadits mengadzankan bayi adalah dlo’if dan tidak boleh dijadikan hujjah. Dan hadits-hadits tersebut tidak dapat saling menguatkan karena hadits kedua dan ketiga tidak dapat djadikan sebagai syahid karena sangat lemah bahkan palsu, dan yang seperti ini tidak dapat menguatkan sebagaimana disebutkan dalam ilmu mushtolah hadits.
Tatsabbut dan Tabayyun

Tatsabbut dan Tabayyun

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasiq dengan membawa berita, maka periksalah dahulu dengan teliti, agar kalian tidak menuduh suatu kaum dengan kebodohan, lalu kalian menyesal akibat perbuatan yang telah kalian lakukan.” (QS. Al Hujurat : 6).