Nasihat Rasulullah kepada Abdullah bin Amru

Nasihat Rasulullah kepada Abdullah bin Amru

Ini adalah nasihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abdullah bin Amru bin Al 'Ash radhiallahu ‘anhuma dan nasihat ini amat kita rasakan manfaatnya terutama untuk kita yang hidup di akhir zaman ini ketika janji telah tidak ditepati dan telah hilang amanah dan amat sedikit orang-orang yang bertaqwa kepada Allah Ta’ala.
Kembali kepada Sunah Nabi dan Para Sahabatnya

Kembali kepada Sunah Nabi dan Para Sahabatnya

Merekalah yang menyampaikan kepada kita sunah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sementara mereka menyaksikan wahyu yang turun kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mengetahui apa yang diinginkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang bersifat umum, khusus, wajib, dan irsyad (bimbingan), mereka mengetahui sunahnya yang kita ketahui dan yang tidak kita ketahui.
Berpegang Kepada Jamaah Kaum Muslimin dan Pemimpinnya

Berpegang Kepada Jamaah Kaum Muslimin dan Pemimpinnya

Fitnah muncul ketika kaum muslimin tidak mau berpegang kepada pemimpin kaum muslimin dengan alasan tidak berhukum dengan hukum Allah, padahal Nabi shallallah ‘alaihi wasallam telah mengabarkan akan datangnya pemimpin-pemimpin yang mengambil petunjuk selain petunjuk Rasulullah dan mengambil sunah selain sunah Nabi-Nya. Ini artinya mereka berhukum dengan hukum selain Allah, karena apabila ia mengambil petunjuk selain petunjuk Nabi tentu yang ia ambil adalah petunjuk buatan manusia dan sunah buatan manusia, namun Nabi shallallah ‘alaihi wasallam tidak menghukuminya kafir secara mutlak, dan tidak boleh seseorang berkata: "Mereka mengambil selain petunjuk Nabi shallallah ‘alaihi wasallam dalam beberapa kejadian saja, adapun jika mereka melakukannya dalam kejadian yang banyak seperti di zaman kita ini maka hadis itu tidak boleh dijadikan alasan”.
Mendustakan Takdir

Mendustakan Takdir

Beriman kepada takdir memberikan kekuatan kepada seorang hamba untuk senantiasa bersabar. Seorang mukmin yakin bahwa jika ia tidak sabar, takdir tetap tidak akan berubah. Namun jika ia sabar niscaya akan ada manfaat yang amat banyak dan keberkahan dalam hidupnya serta akibat yang baik di akhirat kelak. Berbeda dengan orang yang lemah keimanannya terhadap takdir. Kamu lihat ia tidak mampu menanggung beban hidup, cepat mengeluh, dan berputus asa. Sedikit saja musibah menimpa, ia segera berburuk sangka kepada Rabbnya. Semoga Allah melindungi kita dari sifat tersebut. Amin.
Mempergauli Manusia dengan Akhlak yang Baik

Mempergauli Manusia dengan Akhlak yang Baik

Ini ditunjukkan oleh sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ هَذِهِ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنْ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ “…si mukmin berkata, “Inilah yang akan...