Home / Artikel / Aqidah / Awas Dukun !!!

Awas Dukun !!!

Fenomena Maraknya Perdukunan

Maraknya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan alternatif cukup kuat, tak Cuma jamu tradisional dan pijat refleksi, tapi pengobatan lewat makhluk halus seperti jin banyak diminati.

Konglomerat jin, misalnya juga ikut laris, para normal menurut istilah kerennya, dukun menurut istilah kampungnya, orang pintar / tua menurut istilah jawanya…telah bermunculan dimana-mana.

Sebutan boleh berbeda – beda, namun hakikatnya tetap sama, sama-sama menyimpang dan merusak aqidah islam yang benar.

Trend Sosialisasi Dukun

Gelar paranormal akhir-akhir ini semakin mencuat. Di Surabaya misalnya ada gelar paranormal, di Surakarta ada gelar penyembuhan supra natural, di Yogyakarta ada nuansa supra natural yang ternyata peminatnya kian membludak, lebih-lebih di dukung pula dengan media visual dan audio visual.

Sebagaimana lazimnya kegiatan tersebut di barengi dengan acara seperti praktek jasa para normal, demo ilmu gaib, bursa batu mulia dan lain-lain.

Khusus di Yogya, setiap malam masih diadakan acara saresehan yang dihadiri dukun – dukun pakar. Diantaranya ahli primbon, betaljemur, dukun ahli pengobatan, dukun ahli perkutut, ahli ramal dan dukun pawang hujan. Para tokoh paranormal laki-laki dan perempuan datang dari berbagai penjuru antara lain, Jakarta, Surabaya, Malang, Madiun, Pati dan Yogyakarta sendiri.masing-masing membuka praktek sesuai keahlianya.

Melihat sekilas dari beberapa kegiatan diatas, nampaknya dunia klenik dan perdukunan secara mencolok telah menjamur di segenap pelosok tanpa malu-malu sekalipun dengan sebutan yang berbeda-beda. Banyak masyarakat indonesia yang tidak berpegang kepada aqidah yang benar selalu menjadikan orang pintar, paranormal, dukun, tabib dan sebangsanya menjadi tempat bertanya, tempat mengadu, tempat mencurahkan segala keluh kesah dan tempat bersandar.

Tidak jarang mereka justru menjadi pihak yang lebih dipercaya petuah-petuahnya dan lebih dipatuhi titahnya dari pada syari’at islam dan orang tuanya sendiri. Itu mencakup segala persoalan, mulai dari masalah kesehatan, jodoh, pangkat, rizki…sampai pada masalah santet dan tenung. Orang sakit parah (dokter katanya sudah angkat tangan) datang kepada dukun, tabib atau yang sebangsanya. Orang ingin cepat mendapat jodoh, cepat naik pangkat, cepat kaya juga datang ke tempat orang pintar ini. Seolah-olah mereka adalah orang-orang yang serba bisa dan serba mampu mengatasai masalah. Trik-trik yang sering mereka gunakan seperti :” inikan hanya ikhtiyar, yang menentukan kan Tuhan “. Adalah trik-trik jitu yang sangat efisien untuk memperdayakan orang-orang awam muslim yang bodoh.

Realita Yang Menantang

Itulah salah satu kenyataan realistik yang tidak boleh dipandang dengan sebelah mata. Ini fakta yang sangat memprihatinkan. Siapapun da’I yang bertanggung jawab, tidak boleh membiarkan umat terjerumus dalam jurang kemusyrikan.

Realita ini merupakan fenomena yang aneh. Aneh tapi nyata. Orang berakal sehat akan bertanya-tanya, mengapa di zaman tekhnologi dan komunikasi yang serba canggih ini ternyata klenik, mistik, dan perdukunan masih lengket, bahkan terkesan semakin lengket dengan kehidupan masyarakat ?

Adalah kabar yang tak bisa ditutup tutupi bahwa tokoh-tokoh, pemuka masyarakat dan para pegawai tinggi maupun rendahan banyak yang masih menyerahkan persoalan kehidupan kepada paranormal. Yang maju memang tekhnologinya tapi jiwa dan aqidah masyarakat banyak yang masih rapuh dan terbelakang.

Sebab utama dari semua itu adalah karena Tauhidnya kepada Allah masih belum benar, atau bahkan belum ada sama sekali. Apalagi kecenderungan manusia lebih suka dengan hal-hal yang cepat terwujud dalam bentuk nyata di dunia dan tidak sabar menghadapi wujud nyata yang akan datang nanti di akhirat. Mereka amat suka bila sekarang di dunia memperoleh kebaikan duniawi sekalipun harus menempuh cara yang salah.

Melihat fenomena ini, maka upaya paling utama adalah dengan memahamkan hakikat tauhid, dan menanamkan rasa tawakkal yang kuat hanya kepada Allah saja.

Siapakah Dukun Itu ?

Imam Bukhary dalam shahihnya, kitab Ath Thibb telah membuat bab tersendiri berjudul bab al kahanah yakni bab tentang perdukunan. Dalam keterangannya, Al hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa :” al kahanah ialah pekerjaan mengaku-aku tahu tentang ilmu ghaib, seperti pemberitaan mengenai apa yang bakal terjadi di muka bumi dengan penyandaran terhadap sebab, asal usulnya berasal dari kabar jin yang mencuri dengar perkataan malaikat, kemudian hasil curiannya tersebut disampaikan ke telinga dukun “. (fathul bary 10/216).

Selanjutnya beliau memberikan penjelasan tentang pengertian dukun, katanya :” dukun ialah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut seorang tukang ramal, atau orang yang suka menebak sesuatu dengan menggunakan batu kerikil, atau seorang ahli nujum. Juga di gunakan untuk menyebut orang yang suka (memberikan jasa) mengatasi persoalan atau memenuhi kebutuhan orang lain (misalnya pengobatan alternatif lewat kekuatan gaib –pen).

Tanda-tanda Dukun

Jika didapati pada seseorang salah satu dari tanda berikut ini, maka dapat disimpulkan bahwa ia adalah dukun, sekalipun ia memakai sorban atau memakai kerudung, diantara tanda-tandanya yaitu :

suka bertanya nama pasien dan nama ibunya.
suka mengambil sesuatu yang biasa dipakai pasien, seperti baju, peci, sapu tangan dan lain-lain.
terkadang meminta binatang dengan sifat-sifat tertentu untuk disembelih, kadang darahnya dioleskan kebagian-bagian tubuh yang sakit, atau dibuang ketempat angker.
suka menuliskan rajah-rajah.
membaca mantera-mantera jimat atau huruf-huruf rajah yang tidak bisa difahami.
memberi bungkusan hijib kepada pasien yang berisi huruf-huruf dan angka-angka.
kadang menyuruh pasien untuk menjauhi manusia beberapa waktu dengan menyepi dan mengurung diri dalam sebuah kamar gelap yang disebut oleh orang awam sebagai hujbah.
kadang minta pasien untuk tidak menyentuh air selama beberapa hari, biasanya 40 hari.
memberi sesuatu kepada pasien untuk ditanam di dalam tanah.
memberi lembaran kertas kepada pasien untuk dibakar, lalu asapnya digunakan untuk mengasapi dirinya.
berkomat-kamit dengan bahasa yang tidak difahami.
terkadang memberi tahu kepada pasien tentang namanya, kampung halamannya, kesulitan yang dihadapi sebelum si pasien memberitahu.
terkadang menuliskan huruf-huruf untuk si pasien diatas kertas hijib untuk dimasukkan kedalam bejana putih berisi air, kemudian meminumnya.
(Asharimul battar hal. 77-78 karya Abdussalam bali).

Perlu diketahui bahwa kesaktian paranormal itu bertingkat tingkat, sesuai dengan ketinggian jin yang menjadi kawannya. Lebih hebat jinnya maka harus lebih hebat pula kemusyrikan yang diperbuatnya. Bahkan sampai ada yang menjadikan mushaf al qur’an sebagai alas kaki pada waktu buang air besar di WC, agar yang datang kepada dirinya adalah setan/jin yang sangat sakti. Bahkan kalau perlu berkawan dengan iblis sekalian !!

Adalah satu keniscayaan, bahwa antara dukun dengan segala istilah dan tingkatannya, serta iblis yang meliputi seluruh bala tentaranya saling bahu membahu dalam kemaksiatan dan kesyirikan, memerangi kebenaran dan menghiasi kemaksiatan dan kesirikan dengan kata-kata indah yang menggiurkan.

Sumber ilmu paranormal / dukun

Imam Bukhary dalam sahihnya meriwayatkan dari Aisyah radliyallahu’anha, beliau berkata :” orang-orang bertanya kepada Rosulullah sallallahu ‘alaihi wasallam tentang para dukun. Maka beliau menjawab :” tidak ada apa-apanya “. Maka para sahabat berkata :” Ya Rosulallah, mereka kadang – kadang bisa menceritakan sesuatu yang benar kepada kami “. Maka Rosulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam menjawab :

تلك الكلمة من الحق يخطفها الجني فيقرها في أذن وليه فيخلطون معها مئة كذبة

“Kalimat tersebut berasal dari kebenaranyang dicuri dari seorang jin (dari langit), kemudian dituangkan kedalam telinga walinya (dukun), maka mereka mencampurkan kalimat yang berisi satu kebenaran tersebut dengan seratus kebohongan “. (no 5762).

Dalam hadits tersebut ada beberapa pelajaran yang dapat dipetik, diantaranya :

bahwa dukun terkadang benar, tapi kebohongannya jauh lebih banyak.
bahwa jiwa manusia cenderung lebih mudah tergoda untuk menerima kebatilan. Misalnya, sekali dukun terbukti benar, maka jiwa akan terpengaruh untuk selalu memegang satu kebenaran yang pernah terbukti, sementara ia tidak akan menganggap adanya sekian banyak kebohongan yang dilakukan para dukun.
Bahwa apabila sesuatu mengandung kebenaran, maka tidak berarti sesuatu itu seluruhnya benar.
Imam Bukhary menyebutkan riwayat lain dari Abu Hurairah, Nabi bersabda :” Apabila Allah memutuskan perkara dilangit, para malaikat memukulkan sayapnya karena tunduk mendengar firmanNya, seolah-olah (suara firmanNya) bak gemerincing rantai besi yang terlempar pada batu. Maka ketika rasa takut telah hilang dari hati malaikat, mereka bertanya :” apa yang telah dikatakan Rabbmu ? malaikat lain menjawab :” Allah telah mengatakan al haq, sedangkan Dia Maha Tinggi dan Maha Besar. Maka disaat itu ada setan pencuri kabar yang mendengarkannya. Dan setan-setan itu seperti ini…sebagian yang satu naik keatas sebagian yang lain. Kemudian setan pencuri kabar tersebut berhasil mendengarkan kalimat (wahyu dari Allah), lalu ia sampaikan kepada setan yang berada dibawahnya, setan yang dibawahnya menyampaikan kalimat tersebut kepada setan yang dibawahnya lagi sampai akhirnya sampai kelidah tukang sihir atau dukun. Terkadang setan tersebut keburu diterjang bintang api sebelum sempat meyampaikan kalimat tersebut, terkadang mereka berhasil meyampaikannya kemudian ditambahkan dengan seratus kebohongan bersama dengan kalimat kebenaran yang dicurinya tadi. Akibatnya orang-orang berkata :” Bukankah dukun itu t
elah berkata kepada kami hari begini dan begini (dengan benar) demikian dan demikian ? walhasil si dukun dipercayai orang karena satu kalimat benar yang didengarnya dari langit “. (no. 4800).Hadits diatas menunjukkan bahwa sumber ilmu para dukun berasal dari pengabaran para setan yang mencuri kabar langit kemudian di campuri dengan seratus kebohongan.Tapi sayang, orang lebih tertipu dengan satu kebenaran dan melupakan seratus kebohongan yang dikatakan oleh para dukun.

(Lanjut… hal.2)

About Ustadz Badrusalam

Nama beliau adalah Abu Yahya Badrussalam. Beliau lahir pada tanggal 27 April 1976 di desa Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor, tempat dimana studio Radio Rodja berdiri. Beliau menamatkan pendidikan S1 di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia Fakultas Hadits pada tahun 2001

Check Also

Kaidah Fikih (21) & (22) : Dugaan Kuat Dapat Digunakan Dalam Ibadah

Dugaan Kuat itu dapat digunakan dalam masalah ibadah. Dugaan ada yang lemah dan ada yang …

Tulis Komentar