Home / Artikel / Tafsir / Tafsir Ayat-Ayat Manhaj (7) : Al A’raf ayat 99

Tafsir Ayat-Ayat Manhaj (7) : Al A’raf ayat 99

Allah Ta’ala berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (QS. Al A’raaf: 199).

Ayat yang mulia ini memberikan kepada kita kaidah yang indah dalam bermua’amalah dengan manusia. Allah menyuruh untuk mengambil maaf. Imam Mujahid berkata, “Artinya ambillah sifat pemaaf terhadap akhlak manusia dan perbuatan mereka”.

Dan sifat maaf itu tidak merendahkan derajat pelakunya sama sekali. Justeru semakin menambah kemuliaan sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam.

Lalu Allah memberikan pesan kedua: “dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf“. Imam Al Bukhari berkata: “al ’urf artinya perbuatan ma’ruf”. Karena hal ini dapat mencegah dari jatuh kepada mu’amalah yang tidak baik dengan cara menyuruh manusia kepada yang ma’ruf. Bahkan ini adalah benteng yang amat kokoh untuk membentengi masyarakat dari berbagai macam keburukan.

Tentunya timbangan perkara yang ma’ruf itu adalah Al Qur’an dan hadits sesuai pemahaman para shahabat. Bukan sesuai hawa nafsu manusia.

Lalu Allah menutup firman-Nya dengan: “serta berpalinglah dari pada orang-orang yang jahil“. Perbuatan jahil itu adalah segala perbuatan yang tidak berdasarkan ilmu seperti mencela, memaki, mengghibah, dan sebagainya. Menghadapi orang jahil haruslah dengan cara berpaling. Bukan membalas sikap jahil dengan sikap jahil lagi.Karena dengan cara berpaling kita akan akan selamat dari kejahilannya dan selamat dari berbuat jahil lagi kepadanya.

Oleh karena itu Allah memuji sifat seperti ini dan menyebutnya sebagai sifat-sifat ‘ibadurohman, dalam firmannya:

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan” (QS. Al Furqan: 63).

Semoga kita dapat mengamalkan ayat yang agung ini dan menjadikannya sebagai kaidah dan patokan dalam bermu’amalah dengan manusia.

About Ustadz Badrusalam

Nama beliau adalah Abu Yahya Badrussalam. Beliau lahir pada tanggal 27 April 1976 di desa Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor, tempat dimana studio Radio Rodja berdiri. Beliau menamatkan pendidikan S1 di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia Fakultas Hadits pada tahun 2001

Check Also

Tafsir Ayat-Ayat Manhaj (3) : At Taubah ayat 100

Dalam ayat ini Allah menyatakan keridhaan kepada para shahabat muhajirin dan Anshar. Dan orang-orang yang mengikuti mereka pun ikut mendapatkan keridhoan Allah.

Tulis Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.